Kamis, 21 Februari 2013

Perkembangan IPTEK pada Masa Perang dunia II dan Perang dingin

A. Perang Dunia II Perang dunia II (1939-1945) merupakan perang terbesar yang pernah dialami manusia sebagai akibat perselisihan antara beberapa negara besar. Timbulnya perang ini salah satunya disebabkan oleh berbagai ketidakpuasan terhadap tatanan yang tersusun pada pasca Perang Dunia I (1914 -1918) dan berbagai konflik lama pra perang besar tersebut. Perkembangan IPTEK yang pesat pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia namun di sisi lain perkembangan IPTEK lebih banyak ditekankan untuk kepentingan perang dan kepentingan militer yang sangat mendesak.Seperti halnya penggunaan mesin tank pada perang dunia I dan penggunaan bom atom pada perang dunia II,hal ini menunjukkan adanya kemajuan peralatan perang.Apalagi perang udara menjadi salah satu ciri dari inovasi teknologi seperti mulai diproduksinya pesawat yang sebelumnya tokoh Jules Verne berimajinasi bahwa manusia bisa menjelajahi antariksa.Pada waktu itu perkembangan IPTEK secara tidak langsung berjalan berdasarkan periodenya karena didasarkan pada perkembangan ilmu-ilmu sains,yaitu periode kimia,periode fisika dan periode biologi.Pada bab ini akan dibahas mengenai perkembangan IPTEK di periode fisika,berikut ini merupakan penemuan-penemuan para ahli yang berperan dalam perkembangan IPTEK dalam perang dunia II yaitu: 1) Roket Pada perang dunia II muncul berbagai inovasi teknologi yang telah mengubah kehidupan peradaban umat manusia, salah satu diantaranya adalah penemuan roket oleh konstantin Rusia Tsiolkovsky dan pakar amerika bernama Robert H.goddaard. Roket merupakan suatu alat peperangan yang muncul pada masa itu dan dimanfaatkan berdasarkan prinsipnya yaitu mencapai kecepatan melepaskan diri dari gravitasi bumi. Kemudian pada tahun 1926, Goddard berhasil membangun roket berbahan bakar gas cair. Pada tahun 1930-an beberapa ahli Jerman dan Rumania mengembangkan sebuah roket yang mampu membawa hulu ledak ratusan mil jauhnya.Kemudian Wernher von Braun dan timnya menciptakan roket dengan nama sandi V-2 yang mempunyai panjang 12 meter dan pada pasca perang roket ini menjadi inspirasi bagi pengembangan teknologi luar angkasa yang dikembangkan oleh Uni Soviet dan Amerika Serikat. 2) Pesawat terbang Perang udara menjadi salah satu ciri dari inovasi teknologi yang telah mengubah pola perang konvensional di darat dan di laut. Evolusi pesawat terbang pun menjadi prioritas tersendiri sebagai media efektif untuk melakukan peperangan di udara. Blok sentral dan blok sekutu terus bersaing dengan penemuan – penemuannya. Berikut ini merupakan contoh beberapa pesawat yang berperan dalam perang dunia II,yaitu: Howard huges merupakan pendesain pesawat pesanan pemerintahan amerika serikat pada perang dunia II sebagai pesawat kargo yang digunakan untuk mengangkut pasukan dan tank. pesawat terbang terbesar dan masih menjadi yang terbesar untuk pesawat boat (ampibi) yang pernah dibuat. Juga merupakan pemegang rekor bentangan sayap terbesar 97,5 meter, pesawat paling jangkung 24,2 meter, dan pesawat terbesar yang pernah dibuat dari bahan kayu Pesawat ME 262 (1940) Inilah pesawat jet tempur pertama di dunia,dan pesawat yang paling ditakuti pasukan sekutu waktu itu.Lahir dimasa perang dunia kedua,pesawat milik Nazi Jerman itu jadi momok paling menakutkan bagi pilot di seluruh dunia.Dengan kecepatan hingga 855km/jam pada ketinggian 8.000 m,pesawat ini mampu mengejar setiap pesawat sekutu.Biarpun begitu,pesawat ini juga punya kelemahan.Kecepatannya yang begitu tinggi membuat pesawat ini sangat sulit dikendalikan bahkan oleh pilot berpengalaman sekalipun. 1. Radar( Radio Detection andRangin) Radar merupakan suatu sistem gelombang elektromagnetik yang dapat mendeteksi kehadiran suatu benda atau bisa juga mendeteksi kapal musuh yang mendekat. Istilah radar sendiri pertama kali digunakan pada tahun 1941, menggantikan istilah dari singkatan Inggris RDF (Radio Directon Finding), namun perkembangan radar itu sendiri sudah mulai banyak dikembangkan sebelum Perang Dunia II oleh ilmuwan dari Amerika, Jerman, Prancis dan Inggrisdan kemudian dimanfaatkan dalam perang.Radar menangkap gelombang radio/sinyal yang dipancarkan dan dipantulkan dari suatu benda tertentu.Dengan menganalisa sinyal yang dipantulkan tersebut, pemantul sinyal dapat ditentukan lokasinya dan kadang-kadang dapat juga ditentukan jenisnya. Meskipun sinyal yang diterima relatif lemah/kecil, namun radio sinyal tersebut dapat dengan mudah dideteksi dan diperkuat oleh radar. Para ahli yang berperan dalam penemuan radar,yaitu:  James Clerk Maxwell (1865) : Mengembangkan dasar teori tentang gelombang Elektromagnetik  Heinrich Rudolf Hertz : berhasil membuktikan teori Maxwell mengenai gelombang elektromagnetik dengan menemukan gelombang elektromagnetik itu sendiri.  Christian Hülsmeyer (1904) : Melakukan pendeteksian dengan memperlihatkan kebolehan gelombang elektromagnetik dalam mendeteksi kehadiran suatu kapal pada cuaca yang berkabut tebal. Namun di kala itu, pendeteksian belum sampai pada kemampuan mengetahui jarak kapal tersebut. Kegunaan Radar dalam kemiliteran :  Airborne Early Warning (AEW), merupakan sebuah sistem radar yang berfungsi untuk mendeteksi posisi dan keberadaan pesawat terbang lain. Sistem radar ini biasanya dimanfaatkan untuk pertahanan dan penyerangan udara dalam dunia militer.  Radar pemandu peluru kendali, biasa digunakan oleh sejumlah pesawat tempur untuk mencapai sasaran/target penembakan. Salah satu pesawat yang menggunakan jenis radar ini adalah pesawat tempur Amerika Serikat F-14. Dengan memasang radar ini pada peluru kendali udara (AIM-54 Phoenix), maka peluru kendali yang ditembakkan ke udara itu (air-to-air missile) diharapkan dapat mencapai sasarannya dengan tepat. 3) Bom atom dan Tenaga nuklir Bom atom dan tenaga nuklir merupakan penemuan spektakuler yang terjadi pada masa perang dunia II yang digunakan sebagai senjata pemusnah masal. Senjata yang disebut bom atom ini dibuat pertama kali oleh Amerika Serikat pada tanggal 16 Juli 1945 di Alamo Gardo, New Mexico.Penemuan ini diawali oleh penemuan atom oleh democritos dan beberapa tokoh lain yang kemudian diidentifikasikan susunannya dan ini merupakan salah satu bukti dari adanya kemajuan ilmu kimia di masa itu. Penemuan ini juga didasarkan pada teori seorang fisikawan yaitu Albert Einsten dengan teorinya tentang Relativitas umum dan khusus ( E = mc2 ) yang mengemukakan bahwa ada energi laten ( tersembunyi ) dalam atom dan diungkapkan bahwa massa memiliki kesetaraan dengan energi. Seorang fisikawan Amerika Serikat yang bernama Enrico Fermi telah mengungkapkan bahwa dalam inti atom tersimpan energi potensial atau tenaga yang sangat hebat yang masih tersembunyi. Teori ini membuka pengetahuan bahwa bom atom mempunyai kandungan energi yang tinggi, dimana Albert einsten merasa khawatir jika bom atom akan digunakan untuk menjadi senjata mematikan dan juga dikhawatirkan bisa menjadi pemicu terjadinya perang dunia III. demikian, Albert sempat menangis pilu dalam hati karena karya besarnya - teori relativitas umum dan khusus - digunakan sebagai inspirasi untuk membuat bom atom. Bom inilah yang dijatuhkan di atas kota Hiroshima dan Nagasaki saat Perang Dunia II berlangsung. . B. Perang Dingin ( 1947 – 1991 ) Pada bulan agustus 1945 Perang Dunia II telah berakhir, namun tidak berhenti disitu melainkan berlanjut dengan adanya ketegangan hubungan antara blok barat ( Amerika Serikat) dan blok timur ( Uni soviet ) yang menimbulkan terjadinya suatu perang yang dinamakan Perang Dingin yang menekankan pada aspek ideologi, ekonomi, dan politik.Kedua negara tersebut mempunyai ideologi yang saling berlainan dimana Uni Soviet sebagai negara komunis dan Amerika Serikat non komunis. Berakhirnya Perang Dunia II membuat Uni Soviet harus berpacu dengan sekutu agar memperoleh daerah pengaruh atau daerah kekuasaan. Oleh karena itu, Amerika Serikat dituduh menjalankan politik imperialisme untuk mempengaruhi dunia, sementara Uni Soviet dianggap melakukan perluasan atas Negara-negara demokrasi melalui ideologi komunisnya. Awal dari perang dingin ditandai dengan adanya Konferensi Yalta dimana Joshep Stalin (pemimpin soviet), secara terang-terangan menyebarkan ideologi komunis ke wilayah Eropa Timur.Namun Amerika Serikat juga mempunyai strategi politik dalam Perang Dingin yaitu dengan menahan laju komunisme yang dibawa Uni Soviet (containment of communism) yaitu dengan melakukan doktrin truman terhadap negara-negara di eropa. Pada 14 April 1949 Amerika Serikat membentuk Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO = North Atlantic Threaty Organization) yang bertujuan untuk membendung ideology komunis. Berdirinya NATO mendorong Uni Soviet untuk mendirikan pakta militer tandingan pada tahun 1955 yang diberi nama Pakta Warsawa. Perlombaan senjata antara Negara-negara anggota dari NATO dan Pakta Warsawa terus dilakukan. Hal ini telah menghasilkan penemuan-penemuan penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan, terutama penerapan teknologi di bidang militer. Beberapa perkembangan revolusioner di antaranya dibuat dalam bidang senjata nuklir dan roket. Pada tahun 1970-an berbagai peristiwa yang menyangkut hubungan antarnegara di dunia mulai membaik. Pada tanggal 3 September 1971 diadakan perjanjian empat kekuatan di Eropa (Uni Soviet, Amerika Serikat, Perancis, dan Inggris) yang mampu meredakan ketegangan dalam perang dingin. 1) Senjata nuklir Pada tahun 1962 isu senjata nuklir menghangat ketika terjadi Krisis Teluk Babi di Kuba. Krisis dipicu oleh tindakan Uni Soviet yang meletakkan senjata nuklirnya di Teluk Babi, Kuba, sehingga membuat gelisah Amerika Serikat. Selama krisis Kuba inilah muncul kekhawatiran bahwa dunia tengah mendekati masa perang dunia ketiga atau perang nuklir. Salah satu hal yang paling menonjol dari perlombaan senjata nuklir adalah sejenis penangkal yang diyakini bersifat menghancurkan dan merusak satu sama lain atau dikenal dengan konsep MAD (Muttually Assured Destruction). Konsep MAD tersebut menunjukkan bahwa kedua belah pihak memiliki lebih dari cukup senjata nuklir yang dapat mengancam eksistensi sebuah negara. Oleh karena itu, masing-masing blok (Barat dan Timur) saling menjaga diri untuk tidak menyerang satu sama lain dalam menggunakan senjata nuklirnya. Sejak tahun 1977 oleh Uni Soviet berhasil membuat khawatir NATO dengan mengembangkan senjata misil nuklir SS-20 2) Eksplorasi ke Luar Angkasa Pada perang dingin roket masih berperan penting ,Teknologi roket yang pada awalnya sebagai alat untuk meluncurkan peluru kendalilintas negara atau lintas benua merupakan cikal bakal proyek luar dan melakukan riset terhadap bulan dan planet angkasa.Proyek angkasa luar dipercepat dengan sudah ditemukannya roket, sehingga dapat meluncurkan modul ruang angkasa (pesawat ulangalik dan satelit) sampai mencapai orbit bumi. Lebih dari itu teknologiroket juga mengilhami dibuatnya mesin jet, sehingga dapat diciptakannyakendaraan yang mempunyai kecepatan melebihi kecepatan suara.Kemudian langkah spektakuler yang selanjutnya ditunjukkan adalah dengan menciptakan pesawat Sputnik I yang diluncurkan oleh Uni Soviet pada tanggal 4 Oktober 1957 sebagai satelit buatan pertama.Perkembangan eksplorasi pesawat antariksa dibagi menjadi empat tahap, yaitu sebagai berikut:  Meningkatkan Daya Dorong Roket Berfungsi untuk menaruh satelit-satelit ke dalam orbit dan pemeriksaan penggunaan satelit untuk keperluan komunikasi. Fungsi lainnya yaitu untuk mengamati keadaan udara, memantau untuk keperluan militer, dan survei topografis dan geologis.  Program Angkasa Berawak Tahapan ini diawali oleh kosmonot Rusia, Yuri Gagarin, pada tanggal 12 April 1961 dalam Pesawat Vostok I. Penerbangan ini memperlihatkan penguasaan masalah yang dapat membawa pesawat dan awaknya kembali ke atmosfir bumi. Serangkaian penerbangan yang dilakukan oleh Uni Soviet kemudian disusul oleh Amerika Serikat yang mampu melakukan maneuver mengudara selama dua minggu dan membuat terobosan, yaitu awak pesawatnya berjalan di luar angkasa.  Program Menuju Bulan Bermula dengan pendekatan-pendekatan ke bulan yang dilanjutkan dengan survei pendaratan berawak ke permukaan bulan. Puncaknya terjadi tanggal 20 Juli 1969, ketika Neil Amstrong dan Edwin Aldrin berhasil merangkak keluar dari pesawat Apollo 11 menuju permukaan bulan. Penjelajahan bulan berawak terus dilanjutkan dengan eksperimen yang diperluas sebelum akhirnya program itu dibatasi pada tahun  Riset dan Penjelajahan Planet Penyelidikan planet luar bumi dilakukan oleh Amerika Serikat dan Uni Soviet. Melalui penyelidikan angkasa Mariner 2 (1962) dan Pioner Venus 1 (1978) milik Amerika Serikat serta Uni Soviet dengan pesawat Venera 3 (1996) dan Venera 4 (1967) diadakan eksplorasi terhadap Planet Venus. Berdasarkan temuan-temuan riset tersebut, disimpulkan bahwa Planet Venus menunjukkan lebih panas dengan suhu permukaan 900˚ F sehingga kurang ramah untuk dihuni makhluk hidup. 3) Sinar Radioaktif, Teknologi Informasi dan Komunikasi Pada perang dunia II terdapat penggunaan sinar radioaktif yang ditemukan oleh beberapa tokoh seperti Wilhelm Conrad Roentgen pada tahun 1895 yang menemukan sinar X dan penemuan sinar gamma oleh Ernest rutherford pada tahun 1930 dan beberapa penemuan sinar radioaktif yang lain.Sinar radioaktif tersebut banyak digunakan untuk mendeteksi adanya penyusupan musuh yang melalui bawah tanah,pengintaian, dan penyadapaan Sektor lain yang menunjukkan terjadinya persaingan persenjataan meliputi teknologi-teknologi seperti jet tempur, bom, senjata kimia, senjata biologi, peluru kendali, roket antarbenua, anti-roket, anti tank, kapal selam, dan kapal selam peluncur roket. Selain itu, ada juga teknologi spionase yang meliputi perangkat elektronik untuk kepentingan intelejen, kode-kode intelejen, peswat pengintai, dan satelit mata-mata.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar